Balita Cerewet Bertanya Jangan Kesal
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar anak balita cerewet bertanya kepada orang-orang terdekatnya. Rasa penasaran dan ingin tahu pada berbagai hal baru diungkapkan anak dengan terus-menerus bertanya.
Kecerewetan mereka kadang menimbulkan kekesalan orang tua atau orang-orang lain di dekatnya. Lalu, orang-orang dewasa itu menjawab sekenanya, sekadarnya, dan tidak dipikirkan sungguh-sungguh.
`’Ketika anak terus bertanya, tidak jarang orang tua kesal dan menyuruh anak berhenti bertanya karena menganggap anak nakal atau cerewet. Ketika orang tua marah, anak akan takut dan berhenti bertanya,” kata pemerhati masalah anak, Seto Mulyadi.
Menurut pria yang akrab disapa Kak Seto ini, anak yang senang bertanya dan memiliki rasa ingin tahu yang besar merupakan tanda-tanda anak cerdas. Selain itu, senang meniru, banyak mencoba, senang mengamati, dan senang melakukan berbagai penelitian merupakan sinyal-sinyal kecerdasan yang sangat berharga.
Balita yang senang meniru adalah anak yang sedang belajar mengembangkan kemampuannya sebagaimana yang dimiliki oleh orang yang ditirunya. Selain itu, anak juga banyak sekali mencoba berbagai hal.
`’Kita sering menyaksikan anak menekan-nekan tombol komputer ayahnya atau menulis-nulis krayon di sofa. Itu semua sebenarnya juga bagian dari pengembangan kecerdasan anak,” ungkap Kak Seto.
Karena itu, sebisa mungkin orang tua juga mengarahkan pada tempat atau hal yang lebih sesuai agar proses pengembangan kecerdasan tidak merusak benda-benda yang ada di sekitar anak. Di sini lah perlunya lingkungan dibuat sedemikian rupa agar kondusif dengan berbagai sarana namun tetap aman untuk aktivitas anak.
Caranya bisa dengan memberikan buku-buku bacaan, alat musik, kertas, dan krayon warna-warni. Mengajak mereka bermain di taman rumput yang bersih merupakan cara untuk mengembangkan motorik kasar anak.
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak ini menekankan, ketika anak bertanya justru orang tua harus memanfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan kecerdasan alami sang anak. Masa anak-anak merupakan rentang masa emas yang memungkinkan potensi anak berkembang dengan optimal apabila diberikan rangsangan yang tepat.
Cara terbaik menyikapi anak-anak yang terus bertanya adalah tenang dan memberikan apresiasi terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka. Kalau mendapati pertanyaan yang tajam berikan acungan jempol.
Bila sedang sibuk, katakan kita senang sekali anak bertanya. Namun, karena ayah atau ibu sedang bekerja maka nanti akan dijelaskan setelah selesai.
Menurut pria kelahiran 28 Agustus 1951 Klaten, Jawa Tengah ini, jawaban seperti ini tidak akan mengecewakan anak dan sekaligus akan membuat anak merasa bangga karena dihargai pertanyaannya. (republika.co.id)












RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllllllllllllllllll
Mangstaaaaaaaaaaaab
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllllllllllllllllll