Memukul Membuat Anak Jadi Bodoh
Memukul. Meringis dan menangis lantaran menahan sakit adalah respon umum anak-anak yang dipukul orangtua mereka. Biasanya anak-anak mendapat hukuman tersebut karena melakukan kesalahan atau pelanggaran. Alasan orangtua kerap melakukan hal itu bertujuan agar si anak tidak kembali melakukan kesalahan. Namun kini Ada catatan khusus yang harus diketahui para orangtua, terutama orangtua yang “kejam” terhadap anak mereka. Sebab, orangtua yang kerap memukul anak-anak mereka ternyata tidak hanya membuat anak tersiksa, namun juga membuat mereka semakin bodoh.
Kesimpulan itu didapat Murray Straus, seorang ilmuwan dari Universitas New Hampshire, Amerika Serikat. Dalam risetnya di AS, yang dilakukannya pada 806 anak-anak berusia 2-4 tahun dan 704 anak berusia 5-9 tahun ditemukan fakta anak-anak yang sering dipukul orang tua mereka memiliki IQ yang lebih rendah dibandingkan anak yang tidak pernah dipukul. IQ anak-anak berusia 2-4 tahun yang tidak dipukul orang tua mereka lima poin lebih besar ketimbang mereka yang sering dipukul orang tua mereka.
Begitu pula dengan anak-anak berusia 5-9 tahun yang tidak mengalami pemukulan, memiliki 2,8 poin lebih baik dari anak-anak yang mengalami pemukulan. “Para orang tua menginginkan anak mereka cerdas. Penelitian ini menunjukkan pentingnya menghindari pemukulan,” ujar Murray seperti dikutip Sciencedaily, baru-baru ini.
Menurut sang profesor, hukuman badan menjadi faktor penekan yang besar bagi anak-anak yang menyebabkan gejala stres pascatrauma. Fenomena ini ditandai dengan ketakutan terhadap suatu hal mengerikan yang baru terjadi.(gayahidup.liputan6.com).












komen saya kok ilang?
mungkin karena tekanan pada psikologis mereka, ya?
iyah bener ituh, klo suka maen kekerasan ma anak hasilna malah bkin anjlok iq anak…
eh sbelumna salam kenal ea, btw boleh qtautkan linkna, monggo dicek ea kang…
Salam sayank
betul sekali karena anak bukanlah wadah bagi orang tua unt melampiaskan kemarahan.sayangilah anak anda, jgn sampai anak anda menjadi korban unt yang kesekian kalinya atas penyiksaan yang dilakukan orang tua.